Program Diet Untuk Anak Autis

adsense 336x280
Program diet bukanlah suatu hal yang asing bagi kita, tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara menerapkan program ini untuk anak-anak, terutama untuk anak-anak pengidap autisme. Seperti yang kita ketahui makanan merupakan sumber utama gizi yang berguna dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Autisme adalah salah satu bentuk gangguan neurologis, yang menyebabkan penderita memiliki keterbatasan dalam berinteraksi dengan 'dunia luar' (baca, orang lain). Sampai sekarang, penyebab penyakit autisme masih menjadi sebuah misteri yang belum terpechkan.

Gangguan dalam otak secara tidak langsung dapat berpengaruh pada kesehatan saluran pencernaan. Pada penderita autisme peptida protein dan gluten tidak dapat dicerna dengan baik. Meskipun hal tersebut tidak menyembuhkan, diet tanpa kasein dan glutein tidak memperburuk gejala autisme.

Untuk orang dengan autisme, peptida protein (kasein) dan gluten tidak dapat dicerna sepenuhnya. Akibatnya, hasil dari protein yang berasal dari usus dapat masuk ke dalam aliran darah, beberapa ahli menyebutnya sebagai usus bocor. Fragmen ini kemudian diserap oleh otak sebagai asupan bagi pertumbuhan dan perkembangan.

Usus bocor sendiri ini bisa disebut sebagai peningkatan permeabilitas usus. Menurut teori ini, anak dengan autisme memiliki lubang atau luka pada ususnya. Hal ini disebabkan oleh toksin, sensitivitas antibiotik, atau infeksi akibat pertumbuhan jamur Candida albican. Sebagai hasilnya, anak kehilangan keseimbangan dari mikrobiotik di dalam saluran pencernaannya. Jadi, anak penderita autis tidak mampu menghasilkan enzim yang mampu memecahkan gluten dan kasein dengan sempurna.

Pecahan gluten dikenal sebagai Gliadorphin-7 dan beberapa protein dengan struktur serupa. Sementara dari peptida disebut Bovine ß-casomorphin-7 dan beberapa polypeptida dengan struktur yang serupa. Protein kedua memiliki konten yang sama dengan morfin yang disebut sebagai opioid. Protein ini kemudian diserap dan termanifestasi sebagai bentuk dari gejala autisme.

Anak-anak yang mengkonsumsi kasein dan gluten biasanya menunjukkan gejala autisme yang lebih nyata daripada anak-anak yang menghindarinya. Hal ini dikonfirmasi dari sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Dr Paul Shattock pada tahun 2008 di Inggris. Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa anak-anak yang tidak memiliki autisme memiliki kandungan peptida yang lebih rendah daripada anak-anak dengan autisme.

Makanan apa yang seharusnya dikonsumsi?

Bagi anak-anak, pengidap autis harus menghindari makanan yang mengandung gluten atau peptida di dalamnya. Hal ini sangatlah menantang bagi anak-anak, karena itu sama saja anak-anak harus menghindari semua produk berbahan dasar susu seperti es krim, yogurt, mentega dan keju. Pada kenyataannya, bahan makanan ini adalah komponen utama dari makanan favorit mereka.

Sedangkan untuk gluten, anak dengan penderita autisme harus menghindari pasta, mie, kukis atau kue. Protein gluten juga ditemukan dalam tanaman seperti gandum dan rye, barley dan gandum. Gluten juga digunakan pada produk-produk non-makanan seperti pasta gigi, dan lotion.

Meskipun ini bukanlah suatu hal yang mudah, orangtua bisa memulainya dari diet bebas kasein dan pelan-pelan mengurangi gluten. Sebaliknya, anak-anak disarankan untuk makan banyak telur, daging, sayuran, buah, dan kacang-kacangan untuk mencukupi kebutuhan nilai gizinya.
adsense 336x280

0 Response to "Program Diet Untuk Anak Autis"

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar