7 Konsep Mengenalkan Uang Kepada Anak

adsense 336x280
Sebagai orang tua, kita kerap menemui kejadian dimana anak kita meminta uang kepada kita dengan alasan untuk membeli jajan atau mainan yang mereka sukai. Dan sudah sewajarnya selaku orang tua kita memberikan begitu saja sejumlah uang kepada mereka.

Memang, sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban kita memenuhi kebutuhan anak sebagai salah satu bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Tetapi alangkah baiknya jika apa yang kita berikan tidak begitu saja kita beri.

Walaupun anak tidak tahu betapa bersusah payahnya orang tua mereka mencari uang demi memenuhi kebutuhan keluarga, setidaknya beri mereka sedikit pengertian tentang uang. Berikan konsep sederhana tentang uang kepada mereka agar mereka tidak boros dan suka meminta uang jajan.

Mulai sekarang, hilangkanlah pemikiran bahwa mengenalkan uang kepada anak adalah suatu hal yang tabu. Justru alangkah lebih baik jika anak kita dididik langsung oleh orangtua mereka perihal uang, daripada nantinya mereka mendapat pengaruh buruk dari temannya atau orang dewasa di sekitar mereka.

Lalu, kapan sepantasnya kita memperkenalkan tentang uang kepada anak? Ada baiknya kita memperkenalkan konsep uang kepada anak, sejak mereka berusia 3-5 tahun.

Sebelum kita memperkenalkan konsep uang kepada anak, pastikan pada anak bahwa, kita akan memperkenalkan uang kepadanya dengan cara yang tepat. Bukan semata-mata tentang nominal atau sebatas cara membelanjakan.

Jangan sampai ia tiba-tiba kita beri lembaran uang kertas dan uang logam untuk dibelanjakan barang A atau B dengan harga sekian rupiah lalu berapa barang yang bisa ia dapatkan atau berapa uang kembaliannya. Bukan-bukan semacam itu cara mengenalkan uang kepada mereka.

Berikut ini akan dijelaskan, cara sederhana dalam memperkenalkan konsep uang kepada anak sejak dini berdasarkan penjelasan dari seorang Financial for Woman and Kids, Isti Khaerani.

1. Uang sebagai alat transaksi pembayaran
Hal dasar dan paling sederhana yang perlu anak anda ketahui tentang uang adalah, uang itu apa dan untuk apa. Maka, kita sebagai orangtua harus bisa menjelaskan kepada anak dengan cara praktik langsung agar mereka tahu bahwa uang adalah alat pembayaran.

Misalnya, dengan mengajak anak ke pasar dan anak melihat serta mengamati transaksi jual beli yang dilakukan oleh orangtuanya, setelah proses ini terjadi, orangtua akan sangat mudah sekali untuk menjelaskan kepada anak tentang uang. Beri mereka pengetahuan jika uang adalah alat pembayaran untuk mendapatkan suatu barang.

Contoh praktik lainnya bisa dilakukan sambil bermain, yaitu dengan cara, orangtua bermain peran dengan anak sebagai seorang penjual dan anak anda sebagai pembelinya, pasti hal ini akan sangat menyenangkan.

2. Bagaimana cara memperoleh uang?
Setelah kita memperkenalkan uang kepada dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, kini saatnya menjelaskan kepada anak, bahwa uang yang digunakn untuk belanja tadi diperoleh dari Ayah dan atau Ibu dengan cara bekerja, kemudian dibayar atau digaji.

Jelaskan juga kepada anak, bahwa jika tidak berhemat dengan membeli hal yang tidak penting, maka uang bisa habis dan kita tidak bisa membeli keperluan apapun.

3. Apakah mudah mendapatkan uang?
Sebagai lanjutan dari pertanyaan bagaimana cara mendapatkan uang, kita bisa menambah penjelasan kepada anakm bahwa untuk mendapatkan uang diperlukan kerja keras, kita perlu berusaha dengan giat dan bersabar.

Orangtua bisa memberi contoh kembali kepada anak, misalnya dengan cara melihat Ayah yang bekerja dari pagi sampai sore untuk mendapatkan uang/gaji atau pak tani yang harus bekerja dengan mencangkul dan membajak sawah.

Kemudian ajarkan juga kepada anak konsep usaha dan sabar dengan cara berhemat dan menabung, jika anak menginginkan sesuatu benda seperti sepeda, orangtua tidak serta merta mewujudkan tapi orangtua bisa mengarahkan dengan sambil mengajarkan konsep menabung kepada anak.

Seiring perkembangan usianya (4-7 tahun), orangtua bisa lebih dalam lagi memperkenalkan konsep tentang uang pada anak.

4. Kenalkan konsep berhemat dan menabung
Mulailah untuk mengajarkan kepada anak tentang menghemat uang dan menabung. Caranya, misalnya orangtua sudah bisa memberikan sejumlah uang kepada anak, misalnya anak diberi uang saku Rp.5.000,- kemudian beritahu kepada mereka dengan uang tersebut bagaimana caranya agar uang ini bisa untuk dibelanjakan, kemudian disumbangkan, dan terakhir sisanya ditabung. Secara tidak langsung, orangtua juga mengajarkan pada anak tentang konsep harga barang.

Untuk menabung ada beberapa cara, selain menabung di celengan, anak juga sudah bisa diajak pergi ke bank, ya menabung di bank. Ajak anak anda ke bank, sekarang beberapa bank sudah membuka pelayanan untuk nasabah jun, ior atau anak. Disinilah kesempatan orangtua untuk memperkenalkan konsep menabung, biarkan ia melalui proses mulai dari membuka rekening, sampai menyetorkan uang.

5. Biasakan mengenalkan istilah uang saku, bukan uang jajan
Dalam pendidikan keuangan anak sejak dini, sebaiknya hindari memberikan istilah "uang jajan" tapi kenalkan kepada mereka istilah "uang saku". Uang saku diperlukan untuk membeli yang benar-benar dibutuhkan, sedangkan uang jajan adala uang yang sepenuhnya digunakan untuk jajan. Sehingga bila anak sudah merasa cukup dengan membawa bekal, maka uang saku bisa disimpan untuk membeli keperluan lain.

Untuk anak usia 10-12 tahun sudah bisa diberikan uang saku 3 hari sekali, anak akan belajar melakukan perencanaan keuangan sendiri. Seiring bertambahnya usia anak, orangtua bisa secara bertahap memberikan uang saku misalnya menjadi seminggu sekali, sampai akhirnya sebulan sekali, dan bahkan sampai mereka bisa menghasilkan uang sendiri.

6. Ajari mereka cara berbelanja
Perkenalkan konsep uang kembalian kepada anak secara sabar dan perlahan, ini bisa dimulai dengan meminta tolong pada anak membelikan satu barang di warung. Berikan sejumlah uang kepada anak, katakan apa saja barang beserta harga yang akan dibeli dan jelaskan berapa jumlah uang kembalian yang akan ia peroleh nantinya. Dengan cara seperti ini anak juga diajarkan tentang tanggungjawab dan bersikap jujur.

7. Apa itu barang mahal dan murah
Dalam mengenalkan konsep ini alangkah lebih baik jika menjelaskan kepada anak dengan praktek secara langsung ketika sedang berbelanja di warung atau toko.

Misalnya ketika ingin membeli roti tawar di toko kue, tunjukan beberapa jenis roti tawar beserta dengan harganya. Anak bisa juga membeli roti tawar dengan harga yang lebih murah tapi tetap bisa menikmati roti tawar yang enak dengan rasa yang tidak kalah dengan roti tawar dengan harga mahal.

Memang tidak mudah untuk mengenalkan konsep tentang uang kepada anak, tapi hal ini bisa diupayakan dengan cara kekompakan orangtua, kemudian berikan contoh teladan dari orangtua sendiri, salah satunya merencanakan barang yang mau dibeli sebelum berbelanja ke pasar atau supermarket.

Jadi tidak ada lagi yang namanya anak merengek-rengek mendadak di pusat perbelanjaan karena orangtua tidak mengizinkan anak membeli barang yang diinginkannya dan yang paling penting adalah ajarkan kepada anak untuk bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. adsense 336x280

0 Response to "7 Konsep Mengenalkan Uang Kepada Anak"

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar