Panduan Memilih Popok Bayi

adsense 336x280

Memberikan yang terbaik untuk bayi kita tercinta adalah suatu keharusan bagi orang tua. Tidak terkecuali dalam memilih popok bayi. Bagaimana memilih dan menggunakan popok bayi yang tepat selalu menjadi salah satu hot topik yang akan senantiasa dibahas oleh para orang tua.

Jenis popok apa yang harus dipilih? Sebaiknya popok kain atau popok sekali pakai? Bahan apa yang terbaik? Kapan popok harus diganti? Mengapa muncul ruam popok? Itulah topik yang senantiasa dibicarakan ketika membahas tentang popok bayi.

Untuk menjawab itu semua, di sini kita akan membahas hal-hal penting yang perlu anda ketahui tentang popok bayi.

Memilih bahan yang tepat

Jenis popok yang paling umum beredardi pasaran adalah popok kain dan popok sekali pakai. Popok yang ideal apapun bahannya haruslah mampu menjaga kestabilan pH, dan mampu menjaga kulit bayi tetap kering serta harus mampu mencegah timbulnya ruam pada kulit.

Untuk menopang fungsi-fungsi ini, popok umumnya tersusun dari 3 lapisan: lapisan dalam, laisan inti atau lapisan yang mengandung absorben, dan lapisan luar.

1. Popok sekali pakai
Pada popok sekali pakai, lapisan dalam umumnya berpori, hal ini bertujuan untuk mengurangi gesekan pada kulit dan digabungkan dengan formula khusus, seperti seng oksida (zinc oide), lidah buaya (aloe vera) dan sejenis minyak (petroleum) untuk menjaga kulit bayi supaya tetap kering. Lapisan inti yang mengandung absorben biasanya terbuat dari bahan yang selulosa dan bahan penyerap gelling AGM (absorbent gelling material) atau superabsorbent, yang terbuat dari sodium poliakrilat.

AGM memiliki keuntungan bisa memisahkan cair urine dari feses dengan cepat, menahan cairan pada matriksnya, dan menjaga kestabilan pH. Lapisan luar pada jenis popok sekali pakai umumnya bersifat kedap air, tetapi dapat juga terbuat dari bahan yang berpori.

2. Popok kain
Saat ini, popok kain juga tersedia dengan berbagai macam variasi. Saat ini inovasi baru banyak diterapkan baik dalam hal komposisi bahan. Lapisan bagian dalam kadang-kadang menggunakan bahan sekali pakai.

Sedangkan bahan absorben yang sering digunakan pada popok kain ini antara lain adalah polyester (sering disebut microfiber), katun, rami dan serat bambu. Bambu dipercaya mempunyai tingkat penyerapan yang sangat tinggi, tetapi bahan kimia yang digunakan dalam proses produksinya dapat mengakibatkan dampak negatif.

Di sisi lain, bahan poliester juga memiliki kemampuan untuk menyerap dengan baik, tetapi cenderung berkurang seiring waktu berjalan dan bahan ini lebih sulit untuk dibersihkan sehingga dapat menyebabkan bau. Beberapa dokter anak merekomendasikan untuk memilih popok dengan bahan katun, hal ini untuk menjaga ventilasi dan sirkulasi udara yang baik dengan kulit, dan perlu disadari bahwa mengenakan popok adalah salah satu faktor risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Popok mana yang lebih baik?

Meskipun studi menunjukkan bahwa kecenderungan untuk menghindari ruam popok, popok sekali pakai yang terbuat dari bahan selulosa lebih baik daripada popok kain, bahan-bahan AGM lebih baik daripada selulosa, lapisan dalam popok dengan formula khusus lebih baik daripada popok tanpa formula, dan bahan luar berpori lebih baik daripada bahan dengan water proof.

Lalu, jenis popok mana yang lebih unggul? Pertanyaan ini masih belum bisa dipastikan lebih lanjut. Tetapi yang pasti, perawatan dan penggantian popok secara tepat waktu masih memegang peranan penting dalam penggunaan popok bayi Anda. Perkiraan biaya, dampak lingkungan yang timbul karena pencucian atau pembuangan popok dan tenaga yang dikeluarkan oleh ibu atau pengasuh bayi juga perlu dipertimbangkan.

Refrensi
http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/The-Art-of-Diapering.aspx adsense 336x280

0 Response to "Panduan Memilih Popok Bayi"

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar