Mengetahui Gejala Autis Pada Anak

adsense 336x280

Gejala autisme pada anak harus segera diantisipasi sejak dini oleh orangtua mereka. Semakin cepat orangtua mengenali gejala autis anak mereka sejak dini, maka akan banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menangani anak autis.

Autisme secara medis dikenal dengan istilah yang disebut dengan gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Berbagai gangguan dalam ASD adalah gangguan autistik (autisme klasik), gangguan Asperger, gangguan perkembangan pervasif yang tidak disebutkan secara spesifik atau pervasive developmental disorder not otherwise specified (PDD-NOS), gangguan Rett's (Rett syndrome) dan gangguan disintegrative pada anak anak atau childhood disintegrative disorder (CDD). Gejala ASD didiagnosis berdasarkan diagnostik dan statistik Manual gangguan mental.

Gejala ini biasanya muncul sebelum anak berusia tiga tahun dan harus segera diketahui oleh orangtua. Jika terlambat, maka anak-anaknya tidak akan segera menerima terapi.

1. Kesulitan mengenali wajah
Tanda yang paling umum muncul pada anak-anak autis adalah kesulitan untuk mengenali wajah. Kesulitan-kesulitan ini menjadi gejala awal dari autisme pada anak.

Hal ini disebabkan karena anak-anak sulit untuk membangun dan merasa bahwa mereka tidak perlu berinteraksi sosial. Kesulitan ini juga membuat anak-anak tidak mampu untuk berlama-lama melakukan kontak mata dengan lawan bicara.

2. Telat berbicara (speech delay)
Anak-anak autis biasanya mengalami masalah telat berbicara (speech delay). Ini akan membuat penguasaan bahasa pada anak akan terbatas. Biasanya anak autis hanya mampu berbicara dengan gaya tertentu saja.

Jika lingkungan terdekat mereka atau orang lain menggunakan bahasa formal, maka ia akan meniru. Anak-anak autis tidak dapat menyesuaikan bahasa yang biasanya digunakan oleh orang lain.

3. Kesulitan bermain imajinatif
Anak-anak autis juga mendapatkan kesulitan ketika mereka diajak untuk bermain imajinatif. Permainan yang sesungguhnya relatif lebih mudah bagi mereka.

Mereka biasanya tidak ingin berbagi mainan mereka dengan anak-anak lain. Bagi mereka, mainan mereka adalah bagian dari dunianya yang tak terpisahkan. Dan mereka seperti merasa memiliki hak penuh atas mainan mereka yang orang lain tidak boleh mengintervensi.

4. Memiliki kebiasaan stereotip
Mereka juga memiliki kebiasaan stereotip berulang-ulang. Sebagai contoh seperti berjabat tangan, atau berjalan bolak-balik. Ini mungkin telah menjadi kebiasaannya favorit mereka, atau karena aktivitas yang tidak lazim pada otak.

Akibatnya, anak autis tidak mampu mengontrol gerakan yang mereka lakukan. Anak-anak autis juga bereaksi pada hal-hal tertentu, seperti suara, cahaya, bau, rasa dan tekstur.

5. Menghindari cahaya dan suara sensitif
Anak-anak autis biasanya tidak suka atau tidak nyaman dengan cahaya yang terlalu silau. Suara-suara tertentu seperti petir, dering telepon, atau vacuum cleaner dapat membuat anak-anak autis merasa tidak nyaman. Mereka akan menutup telinganya dan kadang-kadang akan berteriak.

6. Kurang responsif
Anak-anak autis biasanya juga tidak menunjukkan ekspresi apapun ketika merasa panas atau dingin. Anak-anak autis juga sering memiliki kesulitan pada saat mereka akan tidur. Beberapa orang dengan autis harus menggunakan hormon melatonin untuk memabtu supaya dia tidur.

Intervensi dini

Anak-anak autis harus segera dibawa ke psikolog atau psikiater untuk segera menjalani terapi sehingga dapat mengukur tingkat kemampuannya. Terapi akan membantu dia menjadi pribadi yang independen dan mampu beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya.

Intervensi dini akan membantu anak-anak untuk segera belajar hal-hal penting untuk berinteraksi. Bentuk terapi dapat berupa gabungan terapi psikologi dan psikofarmaka.

Psikofarmaka digunakan ketika manifestasi autis dapat berakibat atau menimbulkan bahaya pada anak-anak. Bentuk intervensi dini pada aspek psikologis adalah, anak-anak belajar perilaku dan pendidikan sosial.

Anak-anak autis akan belajar bagaimana berperilaku baik di depan umum. Misalnya, jika mereka ingin kencing, mereka harus pergi ke toilet, tidak berteriak-teriak, dan mematuhi aturan-aturan. Pada sesi ini, anak akan belajar bagaimana berkomunikasi dan membangun hubungan. adsense 336x280

0 Response to "Mengetahui Gejala Autis Pada Anak"

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar