Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

adsense 336x280

Infeksi saluran kemih yang selama ini kita ketahui biasanya diderita oleh orang dewasa. Namun sebagai orang tua kita perlu waspada, karena infeksi saluran kemih bisa menyerang pada anak-anak bahkan pada bayi. Oleh karena itu mari kita kenali penyebab dan gejalanya.

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada ginjal dan saluran kemih. Infeksi ini merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak setelah infeksi saluran napas atas dan diare.

Infeksi saluran kemih pada anak ini perlu mendapat perhatian para tenaga medis dan orang tua karena merupakan penyakit yang sering menyebabkan gagal ginjal pada anak, yang nantinya dapat mengakibatkan anak memerlukan tindakan cuci darah (dialisis) dan bahkan cangkok ginjal (transplantasi ginjal).

Infeksi saluran kemih juga dapat memicu timbulnya berbagai gejala penyakit lain serta komplikasi, seperti nyeri pinggang, nyeri ketika berkemih, demam, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan infeksi di seluruh tubuh (sepsis) yang dapat menyebabkan kematian.

Bahkan infeksi saluran kemih yang terjadi pada perempuan ketika dia masih anak-anak suatu saat dapat menimbulkan komplikasi pada saat mereka menjadi ibu hamil. Oleh karena itu, infeksi saluran kemih pada anak memerlukan penanganan yang optimal.

Infeksi saluran kemih paling sering disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) sekitar 60-80 persen. Bakteri ini berasal dari saluran pencernaan. Selain bakteri E. coli, infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri dari jenis lain, seperti Entropkus, Enterobakter, Klebsiela, Proteus dan berbagai jenis bakeri lainnya.

Cara mengetahui gejala infeksi saluran kemih

Cara mengetahui seseorang terkena infeksi saluran kemih bisa diketahui melalui riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium yang dipastikan dengan sampel uji air kemih. Gejala klinis yang terjadi pada anak sangat bervariasi, tergantung pada usia, tempat infeksi, dan tingkat reaksi peradangan.

Perlu diketahui pula bahwa pada sebagian anak, infeksi saluran kemih tidak selalu menunjukkan gejala klinis dan disebut dengan asimtomatik. Pada bayi yang baru lahir (neonatus), gejala klinis tidak terlalu spesifik sehingga sering tidak terdeteksi, dapat berupa apatis, bayi tampak kuning, kesulitan minum, pertumbuhan terhambat, muntah, diare, suhu tubuh turun atau meningkat.

Pada anak yang sudah lebih besar, gejala infeksi ini biasanya lebih spesifik, seperti nyeri ketika buang air kecil, anyang-anyangan, sering ngompol, air kemih keruh, dan nyeri pinggang. Pada beberapa kasus dapat juga dijumpai mual, muntah, diare, demam tinggi disertai menggigil, bahkan kadang-kadang sampai kejang.

Untuk menentukan adanya infeksi saluran kemih, diperlukan pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan air kemih (urinalisis) dan pemeriksaan darah. Urinalisis dilakukan untuk melihat tanda infeksi seperti adanya leukosit( sel darah putih), reaksi nitrit, leukosit esterase. Untuk itu diperlukan pengambilan sampel urine.

Membedakan infeksi saluran kemih atas (simpleks) dengan infeksi saluran kemih bawah (kompleks) sangat penting, mengingat risiko terjadinya parut ginjal dan pola peanganannya yang berbeda. Membedakan simpleks dan kompleks dilakukan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pemeriksaan radiologik.

Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mencari kelainan pada ginjal dan saluran kemih, yaitu dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pencitraan (radiologi) dengan melalui ultrasonografi (USG). Beberapa kelainan yang mempermudah terjadinya infeksi ini antara lain fimosis (kulup menyempit), kelainan muara saluran kemih, batu saluran kemih, hidronefrosis, pelebaran saluran kemih.

Jika ditemukan kelainan, dilakukan penanggulangan sesuai dengan jenis kelaiana, dapat berupa tindakan bedah atau nonbedah. adsense 336x280

0 Response to "Infeksi Saluran Kemih Pada Anak"

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar